Jumat, 09 Agustus 2013

5 cara merawat wajah secar alami

jumat 09 agustus 2013

Masker Buah dan Sayur Untuk Perawatan Wajah Secara Alami

Lakukan perawatan dengan wortel seminggu sekali
Setiap wanita ingin terlihat cantik, termasuk Anda kan? Tapi lahir pertanyaan, bagaimana caranya untuk mendapatkan wajah cantik tanpa harus repot-repot pergi ke salon perawatan.

Nah, untuk itu ada beberapa cara merawat wajah Anda di rumah. Inilah tips perawatan wajah secara alami sebagai berikut :

1. Alpukat
Baik untuk merawat kekenyalan wajah. Lumatkan alpukat hingga halus, lalu oleskan ke wajah dan biarkan beberapa saat hingga mengering. Kemudian bersihkan wajah dengan air hangat.

2. Mentimun
Selain untuk menghilangkan noda di wajah, mentimun dapat pula digunakan untuk mendinginkan wajah. Parut mentimun, kemudian gosokkan dengan lembut pada wajah. Atau biarkan menempel selama beberapa saat di wajah hingga terasa dingin.

3. Bengkuang
Ini juga baik untuk mengencangkan kulit wajah. Kupas dan parut bengkuang, kemudian endapkan beberapa saat hingga air dan ampasnya terpisah. Lulurkan ampasnya di wajah, kemudian bersihkan dengan air suam-suam kuku.

4. Wortel
Buah ini kaya akan bekaroten. Cara pemakainnya pun sama dengan bangkuang. Lakukan perawatan dengan wortel seminggu sekali.

5. Tomat
Warnanya yang merah dengan rasa sedikit asam dapat diaplikasikan pada wajah yang akan membuat kulit wajah lebih halus dan merona alami.

Cara membuat dan menggunakan: iris buah tomat, gosokkan pada wajah, cara lain adalah dengan memeras buah tomat, ambil airnya untuk dioleskan pada wajah. (Mys / Mys)

Masker Buah dan Sayur Untuk Perawatan Wajah Secara Alam


Perawatan wajah tak harus menghabiskan biaya mahal. Dengan sedikit ketelatenan, kita bisa merawat wajah dengan bahan alami yang ada di sekitar kita yaitu dengan menggunakan masker yang terbuat dari buah dan sayur. Selain murah, tentunya masker ini bebas dari bahan kimia. Beberapa bahan yang dapat digunakan adalah wortel, apel, strawberry, pisang, alpukat. Wortel mengandung vitamin A yang sangat tinggi serta sebagai sumber vitamin C, masker ini cocok digunakan untuk kulit normal dan cenderung berminyak. Sedangkan untuk wajah berjerawat, aplikasikan masker apel. Vitamin C lebih tinggi terdapat pada strawberry, cocok digunakan untuk kulit berminyak. Pisang tak hanya mengandung vitamin C namun juga vitamin B6 dan potassium serta mengandung moisturaizer alami yang dapat melembabkan wajah, sehingga dapat digunakan pada kulit kering. masker
Masker Wortel (kulit normal cenderung berminyak)
Bahan:
- 2-3 buah wortel berukuran sedang
- 4-5 sendok makan madu
Cara pembuatan dan penggunaan:
- Rebus wortel lalu hancurkan hingga lembut
- Campurkan dengan madu
- Oleskan pada wajah, biarkan 10-15 menit.
- Bersihkan dan bilas dengan air dingin.
Masker Apel (kulit berminyak dan berjerawat)
Bahan:
- 1 buah apel berukuran sedang
- 5 sendok makan madu
Cara pembuatan dan penggunaan:
- Parut apel hingga halus
- Campurkan dengan madu
- Oleskan pada wajah, biarkan 10-15 menit
- Cuci dengan air dingin.
Masker Strawberry (kulit berminyak)
Bahan:
- 8-10 buah strawberry
- 3 sendok makan madu
Cara pembuatan dan penggunaan:
- Hancurkan strawberry menggunakan garpu, jangan gunakan blender
- Campurkan dengan madu
- Oleskan pada wajah lalu diamkan selama 10-15 menit
- Cuci dan bersihkan wajah dengan air dingin
Masker Pisang (kulit kering)
Bahan:
- 2 buah pisang berukuran sedang
- 1 sendok makan madu
- 1 sendok makan oatmeal
- 1 sendok makan susu bubuk
Cara pembuatan dan pemakaian
- Hancurkan pisang menggunakan garpu, jangan terlalu halus karena akan menghasilkan air yang terlalu banyak
- Campurkan dengan madu, oatmeal dan susu bubuk
- Oleskan pada seluruh wajah, biarkan sampai 10-15 menit
- Bersihkan dengan air dingin
Masker Alpukat (kulit kering)
Bahan:
- ½ buah alpukat
- 5 sendok makan madu
Cara pembuatan dan penggunaan:
- Hancurkan alpukat dengan menggunakan garpu
- Campurkan madu
- Oles dan ratakan ke seluruh wajah, biarkan hingga 10-15 menit
- Bersihkan dengan menggunakan waslap yang sudah dibasahi air dingin.

Kamis, 08 Agustus 2013

DUNIA SASTRA INDONESIA

Tokoh Sastra


Kulihat sungai
mengalir begitu deras tampa ada putusnya

terus dan terus mengalir seolah menggambarkan perjalanan yang saling bersambungan dari generasi ke generasi yang bentuk rupa awal tak jauh daribentuk rupa pengakhirnya


A.A. Navis


Ia adalah seorang sastrawan dari Kampung Jawa, Padang Panjang, dan mulai membuka mata di dunia 17 November 1924'
* Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis (2005)
* Gerhana: novel (2004)
* Bertanya Kerbau Pada Pedati: kumpulan cerpen (2002)
* Cerita Rakyat dari Sumatra Barat 3 (2001)
* Kabut Negeri si Dali: Kumpulan Cerpen (2001)
* Dermaga Lima Sekoci (2000)
* Jodoh: Kumpulan Cerpen (1999)
* Yang Berjalan Sepanjang Jalan (1999)
* Cerita Rakyat dari Sumatra Barat 2 (1998)
* Filsafat dan Strategi Pendidikan M. Sjafei: Ruang Pendidik INS Kayutanam (1996)
* Otobiografi A.A. Navis: Satiris dan Suara Kritis dari Daerah (1994)
* Surat dan Kenangan Haji (1994)
* Cerita Rakyat dari Sumatra Barat (1994)
* Hujan Panas dan Kabut Musim: Kumpulan Cerita Pendek (1990)
* Pasang Surut Pengusaha Pejuang: Otobiografi Hasjim Ning (1986)
* Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau (1984)
* Di Lintasan Mendung (1983)
* Dialektika Minangkabau (editor) (1983)
* Dermaga dengan Empat Sekoci: Kumpulan Puisi (1975)
* Saraswati: Si Gadis dalam Sunyi: sebuah novel (1970)
* Kemarau (1967)
* Bianglala: Kumpulan Cerita Pendek (1963)
* Hudjan Panas (1963)
* Robohnya Surau Kami (1955)

Abdul Hadi WM

Sastrawan indonesia ,Ia dilahirkan di Sumenep, Madura, Jawa Timur, 24 Juni 1948
Ia membuat suatu buah karya berupa puisi diantara puisi - puisinya :

* Meditasi (1976)
* Laut Belum Pasang (1971)
* Cermin (1975)
* Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975)
* Tergantung Pada Angin (1977)
* Anak Laut, Anak Angin (1983)


Abdul Muis

Ia dilahirkan (Solok, Sumatera Barat, 3 Juli 1883 - Bandung, Jawa Barat, 17 Juni 1959)

* Salah Asuhan(novel, 1928, difilmkan Asrul Sani, 1972)
* Pertemuan Jodoh (novel, 1933)
* Surapati (novel, 1950)
* Robert Anak Surapati(novel, 1953)


Acep Zamzam Noor

Ia seorang sastrawan muada lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 28 Februari 1960

* Tamparlah Mukaku! (kumpulan sajak, 1982)
* Aku Kini Doa (kumpulan sajak, 1986)
* Kasidah Sunyi (kumpulan sajak, 1989)
* Di Luar Kata (kumpulan sajak, 1996)
* Dari Kota Hujan (kumpulan sajak, 1996)
* Di Atas Umbria (kumpulan sajak, 1999)
* Jalan Menuju Rumahmu (kumpulan sajak, 2004)

Achdiat K. Mihardja

Keretakan dan Ketegangan (1956) mendapat Hadiah Sastra BMKN tahun 1957 dan novelnya, Atheis (1949) memperoleh Hadiah Tahunan Pemerintah RI tahun 1969 (R.J. Maguire menerjemahkan novel ini ke bahasa Inggris tahun 1972) dan Sjuman Djaya mengangkatnya pula ke layar perak tahun 1974).

* Polemik Kebudayaan (editor, 1948)
* Bentrokan dalam Asrama (drama, 1952)
* Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen)
* Kesan dan Kenangan (1960)
* Debu Cinta Berterbangan (novel, Singapura, 1973)
* Belitan Nasib (kumpulan cerpen, 1975)
* Pembunuhan dan Anjing Hitam (kumpulan cerpen, 1975)
* Pak Dullah in Extrimis (drama, 1977)
* Si Kabayan, Manusia Lucu (1997).
* Manifesto Khalifatullah (novel, 2006).

Adinegoro

Sastrawan lahir 14 Agustus 1904 di Talawi, Sumatera Barat, meninggal 8 Januari 1967
di Jakarta

Karya - karyanya :

Buku

* Revolusi dan Kebudayaan (1954)
* Ensiklopedi Umum dalam Bahasa Indonesia (1954),
* Ilmu Karang-mengarang
* Falsafah Ratu Dunia

Novel

* Darah Muda. Batavia Centrum : Balai Pustaka. 1931
* Asmara Jaya. Batavia Centrum : Balai Pustaka. 1932.
* Melawat ke Barat. Jakarta : Balai Pustaka. 1950.

Cerita pendek

* Bayati es Kopyor. Varia. No. 278. Th. Ke-6. 1961, hlm. 3—4, 32.
* Etsuko. Varia. No. 278. Th. Ke-6. 1961. hlm. 2—3, 31
* Lukisan Rumah Kami. Djaja. No. 83. Th. Ke-2. 1963. hlm. 17—18.
* Nyanyian Bulan April. Varia. No. 293. Th. Ke-6. 1963. hlm. 2-3 dan 31—32.

Ahmad Tohari

Sastrawan lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948)

Banyak karya - karya hasil dari gerak khusuk tangannya seperti:

* Kubah (novel, 1980)
* Ronggeng Dukuh Paruk (novel, 1982)
* Lintang Kemukus Dini Hari (novel, 1985)
* Jantera Bianglala (novel, 1986)
* Di Kaki Bukit Cibalak (novel, 1986)
* Senyum Karyamin (kumpulan cerpen, 1989)
* Bekisar Merah (novel, 1993)
* Lingkar Tanah Lingkar Air (novel, 1995)
* Nyanyian Malam (kumpulan cerpen, 2000)
* Belantik (novel, 2001)
* Orang Orang Proyek (novel, 2002)
* Rusmi Ingin Pulang (kumpulan cerpen, 2004)
* Ronggeng Dukuh Paruk Banyumasan (novel bahasa Jawa, 2006) meraih Hadiah Sastera Rancagé 2007

Ahmadun Yosi Herfanda

Mulai membuka indranya nya didunia di Kaliwungu, Kendal, 17 Januari 1958

Karya - Karyanya:

* Ladang Hijau (Eska Publishing, 1980)
* Sang Matahari (kumpulan puisi, bersama Ragil Suwarna Pragolapati, Nusa Indah, Ende, 1984),
* Syair Istirah (bersama Emha Ainun Nadjib dan Suminto A. Sayuti, Masyarakat Poetika Indonesia, 1986),
* Sajak Penari (kumpulan puisi, Masyarakat Poetika Indonesia, 1990),
* Sebelum Tertawa Dilarang (kumpulan cerpen, Balai Pustaka, 1997),
* Fragmen-fragmen Kekalahan (kumpulan sajak, Forum Sastra Bandung, 1997),
* Sembahyang Rumputan (kumpulan puisi, Bentang Budaya, 1997),
* Ciuman Pertama untuk Tuhan (kumpulan puisi, bilingual, Logung Pustaka, 2004),
* Sebutir Kepala dan Seekor Kucing (kumpulan cerpen, Bening Publishing, 2004),
* Badai Laut Biru (kumpulan cerpen, Senayan Abadi Publishing, 2004),
* The Warshipping Grass (kumpulan puisi bilingual, Bening Publishing, 2005),
* Resonansi Indonesia (kumpulan sajak sosial, Jakarta Publishing House, 2006),
* Koridor yang Terbelah (kumpulan esei sastra, Jakarta Publishing House, 2006).


Ajip Rosidi

Seorang sastrawan lahir di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, 31 Januari 1938

* Tahun-tahun Kematian (kumpulan cerpen, 1955)
* Ketemu di Jalan (kumpulan sajak bersama SM Ardan dan Sobron Aidit, 1956)
* Pesta (kumpulan sajak, 1956)
* Di Tengah Keluarga (kumpulan cerpen, 1956)
* Sebuah Rumah buat Haritua (kumpulan cerpen, 1957)
* Perjalanan Penganten (roman, 1958, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis oleh H. Chambert-Loir, 1976; Kroatia, 1978, dan Jepang oleh T. Kasuya, 1991)
* Cari Muatan (kumpulan sajak, 1959)
* Membicarakan Cerita Pendek Indonesia (1959)
* Surat Cinta Enday Rasidin (kumpulan sajak, 1960);
* Pertemuan Kembali (kumpulan cerpen, 1961)
* Kapankah Kesusasteraan Indonesia lahir? (1964; cetak ulang yang direvisi, 1985)
* Jante Arkidam jeung salikur sajak lianna (kumpulan sajak, bahasa Sunda, 1967);
* Jeram (kumpulan sajak, 1970);
* Jante Arkidam jeung salikur sajak lianna (kumpulan sajak, bahasa Sunda, 1967)
* Ikhtisar Sejarah Sastera Indonesia (1969)
* Ular dan Kabut (kumpulan sajak, 1973);
* sajak Anak Matahari (kumpulan sajak, 1979,
seluruhnya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh T. Indoh, dan dimuat dalam majalah Fune dan
* Shin Nihon Bungaku (1981)
* Manusia Sunda (1984)
* Anak Tanahair (novel, 1985, terjemahkan ke dalam bahasa Jepang
oleh Funachi Megumi, 1989.
* Nama dan Makna (kumpulan sajak, 1988)
* Sunda Shigishi hi no yume (terjemahan bahasa Jepang
dari pilihan keempat kumpulan cerita pendek oleh T. Kasuya 1988)
* Puisi Indonesia Modern, Sebuah Pengantar (1988)
* Terkenang Topeng Cirebon (kumpulan sajak, 1993)
* Sastera dan Budaya: Kedaerahan dalam 1995)
* Mimpi Masasilam (kumpulan cerpen, 2000,
sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang)
* Masa Depan Budaya Daerah (2004)
* Pantun Anak Ayam (kumpulan sajak, 2006)
* Korupsi dan Kebudayaan (2006)
* Hidup Tanpa Ijazah, Yang Terekam dalam Kenangan (otobiografi, 2008)

Ajip juga menulis drama, cerita rakyat, cerita wayang, bacaan anak-anak, lelucon, dan memoar serta mengeditori beberapa bunga rampai.

* Akmal Nasery Basral
* Seputar Pembaruan Tentang Islam, co-editor (non-fiksi, 1990).
* Andai Ia Tahu: Kupas Tuntas Proses Pembuatan Film, penyunting pendamping
(co-editor) (non-fiksi, 2003)
* Kisah Kasih Negeri Pengantin, co-writer (non-fiksi, 2005)
* Imperia, novel (2005)
* Ada Seseorang di Kepalaku Yang Bukan Aku, kumpulan cerpen (2006)
* Melodi Tanpa Do, skenario Film Televisi (FTV),
ditayangkan Indosiar (2006)
* Selasar Kenangan, penyunting penyelia, kumpulan cerpen
mailing list Apresiasi Sastra (2006)
* Nagabonar Jadi 2, novel adaptasi (2007)

Andrea Hirata

Ia lahir di pulau Belitong, propinsi Bangka Belitung 24 Oktober

1. Laskar Pelangi
2. Sang Pemimpi
3. Edensor
4. Maryamah Karpov

Laskar Pelangi termasuk novel yang ada di jajaran best seller untuk tahun 2006 - 2007.





Selasa, 06 Agustus 2013

peran pemuda indonesia didalam mengisi kemerdekaan pada saat ini














6 Cara Mengisi Kemerdekaan Untuk Anak Muda

sikap generasi penerus bangsa mengisi kemerdekaan negara republik indonesia

Sikap Generasi Penerus Bangsa Mengisi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia PDF Cetak
(Sebuah Renungan Dalam Rangka Mewujudkan Tujuan Penyelenggaraan Negara)
H.M. Hidayat Nur Wahid
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
Upaya pemahaman sejarah perjalanan bangsa oleh generasi penerus merupakan bagian dari usaha menempatkan bangsa dalam konteks perubahan zaman yang terus berlangsung, sehingga sumber-sumber sejarah sebuah bangsa akan dapat dijadikan sebagai pemersatu dan pengikat identitas bangsa di tengah percaturan dan perkembangan hubungan negara bangsa. Ketika seorang warga negara menampilkan gambaran sejarah, maka usaha negara adalah mencoba sejauh mungkin memperkenalkan visi kesejarahan yang relatif tunggal dan memberikan gambaran tentang sebuah sejarah nasional yang dapat dipahami dari generasi ke generasi. Melalui penegasan kesejarahan nasional maka identitas bangsa akan terus terpelihara dalam kesatuan kehidupan kebangsaan.

Semakin penting suatu peristiwa akan semakin tinggi pula nilai simboliknya. Peristiwa yang memiliki nilai simbolik tinggi akan lebih mengandung makna dalam sejarah perjalanan bangsa, antara lain mengenai sejarah perjuangan bangsa dalam rangka merebut kemerdekaan.

Proklamasi Kemerdekaan negara Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan buah dan puncak perjuangan bangsa Indonesia sejak berbad-abad sebelumnya. Peristiwa pembebasan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan itu makin mengarah kepada pencapaian tujuan ketika masyarakat Nusantara memasuki gerbang abad ke-20 dengan terjadinya perubahan fundamental dalam strategi perjuangan, yakni dari perjuangan bersenjata kepada perjuangan politik melalui berbagai pergerakan dan beragam organisasi sosial politik.

Terdapat benang merah yang sangat jelas dan kuat antara momentum berdirinya berbagai organisasi sosial politik (dimulai dengan berdirinya Sarikat Dagang Islam pada 1905 dan Budi Utomo 1908) dan berkumandangnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 dengan Proklamasi Kemerdekaan 1945. Ketiganya merupakan satu rangkaian tonggak-tonggak penting perjuangan pergerakan nasional yang monumental sebagai ikhtiar kolektif bangsa Indonesia membebaskan diri dari imperalisme dan kolonialisme serta membangun jiwa dan raga sebagai suatu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.

Dalam konteks ini kita mendapati secara konkret wujud bangsa Indonesia yang dalam istilah Benedict Anderson imagined communities atau “komunitas terbayang�?. Menurut Indonesianis ini, bangsa merupakan suatu “komunitas terbayang�? yang memiliki ikatan kebersamaan dan persatuan sebagai anggota komunitas bangsa tersebut. Inilah yang memungkinkan begitu banyak orang bersedia melenyapkan nyawa pihak lain, bahkan rela membayar perjuangannya dengan nyawa sendiri demi mewujudkan suatu “komunitas terbayang�? itu. Padahal para anggota bangsa terkecil sekalipun tidak bakal tahu dan tak akan kenal dengan sebagian anggota bangsa yang lain, tidak pernah bertatap muka dengan mereka, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentang mereka.

Presiden Soekarno dalam Sidang BPUPKI tanggal 18 Agustus 1945 pada acara perumusan Undang-Undang Dasar mengatakan “Negara Indonesia harus dibangun dalam satu mata rantai yang kokoh dan kuat dalam lingkungan kemakmuran bersama. Kebangsaan yang dianjurkan bukan kebangsaan yang menyendiri dengan hanya mencapai Indonesia merdeka, tetapi harus menuju pula pada kekeluargaan bangsa-bangsa menuju persatuan dunia. Internasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme�?.

Makna yang terkandung dalam pidato tersebut, memberikan pesan kepada generasi penerus bangsa untuk secara bahu-membahu membangun bangsa dalam kerangka persatuan. Melalui persatuan dan itikad bulat segenap komponen bangsa akan menjadikan bangsa ini yang kokoh dan kuat sehingga tujuan pencapaian negara sejahtera sebagaimana termaktub dalam Pembukaan akan dengan mudah tercapai. Indonesia adalah negara yang suku bangsa dan kekayaannya beraneka ragam, oleh karenanya, prinsip optimalisasi segenap keanekaragaman yang dimiliki harus menjadi tujuan utama. Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, tetapi semua buat semua, semua buat satu. Indonesia harus memiliki keyakinan diri untuk sanggup membela negara sendiri dan memiliki kekuatan yang nyata sebagai bangsa. Pada tingkatan sekarang, segenap komponen bangsa harus terlebih dahulu sadar akan kemampuan dan potensi yang dimiliki dan menyatupadukan segenap kehendak rakyat dalam rangka mencapai tujuan membentuk negara sejahtera.

Enam puluh dua tahun adalah usia kemerdekaan bangsa Indonesia. Nilai kemerdekaan yang sudah dinikmati selama puluhan tahun ini merupakan modal dasar dalam melaksanakan proses pembangunan nasional. Namun dalam usia yang sudah sedemikian, bangsa Indonesia masih terus berada dalam pasang surut. Proses pembangunan bangsa Indonesia memang sempat tersendat akibat adanya berbagai musibah dan bencana alam yang akhir-akhir ini sering terjadi. Tsunami, gempa, banjir, kekeringan, gagal panen, flu burung, polio, dan lain sebagainya, merupakan sebagian dari peristiwa alam atau peristiwa sosial yang menjadi penghambat kelancaran proses pembangunan. Di samping itu, ada hal lain yang memprihatinkan, yaitu munculnya perilaku sosial yang kurang mendukung pada proses pengisian nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Tindak pidana korupsi, kolusi, nepotisme, pelanggaran hukum dan HAM, masih terus berlangsung.

Oleh sebab itu, melalui peringatan hari kemerdekaan Indonesia dapat dijadikan sebagai momentum melakukan refleksi nasional, memaknai kembali nilai-nilai yang dikandung dalam kemerdekaan negara Indonesia dan menumbuhkan kembali karakter perjuangan bangsa sebagai ciri khas dalam mendirikan dan membangun bangsa. Karakter bangsa adalah ciri khas yang dimiliki oleh sebuah bangsa, inilah yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lain. Hal inilah yang harus terus dikembangkan dalam rangka mewujudkan pencitraan bangsa dalam membangun dan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain.

Kemerdekaan merupakan hasil dari proses kerja dan usaha para pejuang masa lalu, persoalan ke depan yang harus dilakukan oleh generasi penerus bangsa adalah bagaimana memaknai konteks kemerdekaan tersebut disesuaikan dengan hal-hal yang berkembang dalam rangka pencapaian tujuan bangsa dan kondisi sosial politik bangsa. Dengan demikian, segenap komponen bangsa dituntut untuk dapat mengedepankan makna kemerdekaan sesuai dengan keberadaan dan spesifikasi bidang dalam konteks pencapaian tujuan penyelenggaraan negara secara optimal. Konteks kemerdekaan harus dimaknai melalui perwujudan bersatupadunya segenap aspek, sumber daya, dan penyelenggara negara dalam sistem penyelenggaraan negara menuju tercapainya masyarakat sejahtera.

Seiring dengan perkembangan kehidupan global dan tuntutan sebagai akibat dari adanya kemajuan dalam segala bidang, kemerdekaan bangsa harus kita terjemahkan dalam format pembentukan kedaulatan ekonomi, demokratisasi, serta kebebasan seluruh rakyat Indonesia dari segala bentuk belenggu kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Indikator-indikator ekonomi dan sosial inilah yang menentukan makna dan tingkat pencapaian kemerdekaan, sekaligus juga untuk menandai adanya kemajuan bangsa dalam perjalanan sejarah penyelenggaraan negara.

Di era globalisasi saat ini, makna kemerdekaan merupakan sebuah fakta interdependensi di mana bangsa, kelompok, dan individu masyarakat saling tergantung satu sama lain untuk secara bersama-sama memajukan peradaban dan pengembangan kemanusiaan. Tak jarang dalam proses interdependensi demikian muncul berbagai perbenturan kepentingan ataupun konflik peradaban yang secara tidak langsung akan menggiring masyarakat untuk terperosok ke dalam perangkap politik identitas sempit bersifat komunal.

Ekses negatif dari arus globalisasi dan liberalisasi apabila tidak direspons secara arif, khususnya oleh para elite politik kita, justru akan mengancam makna kemerdekaan di tingkat individual di masyarakat. Oleh karena itu, pengukuhan terhadap nilai-nilai dasar dari nasionalisme yang telah dibentuk sejak kemerdekaan, yaitu kecintaan terhadap pluralisme bangsa, solidaritas dan persatuan, merupakan ihwal yang esensial untuk dikembangkan sebagai upaya mengisi makna kemerdekaan kita.

Pluralisme tersebut di atas menjadi faktor yang sangat menentukan dalam perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia, masa lalu, masa kini, dan masa depan. Untuk itu perlu ada kesadaran dan komitmen seluruh bangsa guna menghormati kemajemukan bangsa Indonesia dalam upaya mempersatukan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Kini tantangan dan kebutuhan bangsa telah berubah. Medan perjuangan telah bergeser jauh dibanding era Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945. Kondisi yang ada di hadapan bangsa telah berubah secara mendasar. Secara umum kondisi saat ini dalam berbagai aspek telah jauh berkembang dan maju dibanding era revolusi kemerdekaan tahun 1945. Namun demikian di sisi lain masih didapati kondisi buruk yang hidup di negeri ini, antara lain masih maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme, lemahnya penegakan hukum, belum optimalnya penerapan demokrasi, masih munculnya konflik bersenjata antarkelompok masyarakat, menurunnya penerapan nilai-nilai agama dan moral, berkembangnya pergaulan bebas, dan maraknya penyalahgunaan narkoba. Seiring dengan itu sebagai dampak negatif globalisasi, di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, berkembang “kolonialisme gaya baru�?, antara lain melalui politik, militer, ekonomi, dan budaya yang sangat merugikan kepentingan dan kedaulatan negara-negara berkembang.

Mengingat besarnya persoalan yang dihadapi bangsa tersebut, diperlukan kekuatan yang besar dan hebat untuk mengatasi dan menyelesaikannya. Kekuatan itu akan terbentuk jika dapat diwujudkan peneguhan kembali ikatan batin atau komitmen semua warga negara kepada cita-cita nasionalnya, yang disertai pembaruan tekad bersama untuk melaksanakannya secara konsisten dan konsekuen.

Terkait dengan ini, hendaknya kita pahami bersama bahwa peneguhan kembali ikatan batin dan pembaruan tekad bersama dari seluruh komponen bangsa merupakan kesempatan sejarah yang lain yang tidak kalah heroiknya dibanding kesempatan sejarah di sekitar zaman Proklamasi. Itulah kesempatan yang bisa kita tangkap dan kita kembangkan dalam semangat yang serupa dengan mereka yang menangkap kesempatan sejarah dalam zaman revolusi kemerdekaan dahulu.

Mengingat pada zaman Proklamasi 1945 kaum pemuda telah memainkan sejarah sangat penting, maka sekarang ini kaum pemuda dipanggil kembali untuk mengambil peran kesejarahan yang lain (another historical opportunity), yaitu untuk berjuang kembali mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang berkembang dewasa ini bersama-sama komponen bangsa yang lain secara demokratis dan konstitusional. Kaum pemuda, baik secara perorangan maupun kelompok dan organisasi, dapat mengambil peran sesuai ruang lingkup tugas, pekerjaan, dan pengabdiannya. Baik hal itu dilakukan dalam kapasitasnya sebagai pengurus karang taruna atau remaja masjid, aktivis LSM, kader organisasi, pegawai pemerintah, pegawai swasta, guru, dosen, peneliti, politisi, polisi dan tentara, nelayan, petani, dan lain sebagainya.

Terkait dengan ini, kaum pemuda hendaknya menyadari bahwa “penjajahan gaya baru�? yang tengah melanda berbagai negara berkembang, termasuk di negeri kita, tidak kalah merusaknya dibanding penjajahan bersenjata pada zaman dahulu. Oleh karena itu, kehidupan bangsa hendaknya dikembalikan dengan mengacu kepada nilai-nilai luhur bangsa yang berlandaskan ajaran agama, moral, dan etika. Kaum pemuda dapat membentuk budaya sendiri yang mengakar kepada kepribadian dan adat istiadat masyarakat kita sendiri yang telah berkembang selama ratusan tahun, yang berciri religius, persaudaraan, persahabatan, dan harmoni dengan alam dan masyarakat. Budaya kita tersebut memiliki kelebihan dan keunggulan dibanding budaya impor dari negara maju yang bermuatan hedonisme, individualisme, dan liberalisme. Untuk itulah, kaum pemuda hendaknya memegang erat budaya bangsa serta mengembangkannya secara terus menerus agar sesuai dengan perkembangan zaman selama tidak menjadi kehilangan ciri khas dan substansi asalnya.

Peneguhan kembali ikatan batin dan pembaruan tekad bersama oleh kaum pemuda itu sangat membutuhkan kesadaran sejarah pertumbuhan bangsa dan perjalanan bangsa pada masa lalu yang dipenuhi masa pasang dan surut serta suka duka. Terkait dengan ini, penting bagi kaum muda untuk mempelajari sejarah bangsa kita secara utuh, obyektif, dan kritis. Berbagai lembaran sejarah Indonesia memberikan pelajaran dan pengalaman penting bagaimana seharusnya kaum pemuda memainkan peran dan membuat sejarah saat ini dan masa datang.

Terkait dengan hal ini, kaum pemuda hendaknya memiliki penghargaan yang tinggi kepada para pahlawan, pejuang, dan tokoh pada masa lalu yang telah mengukir dan membuat sejarah. Mereka telah memberikan pengabdian jauh di atas standar kewajaran, bahkan mengorbankan jiwa dan raganya untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Adalah sangat penting kaum muda menempatkan mereka pada tempat terhormat dengan tetap menyadari bahwa mereka juga tetap manusia yang tidak luput dari salah dan kekurangan. Prinsip kaum pemuda dalam hal ini adalah apa-apa yang baik dari mereka hendaknya diteruskan, dan apa yang tidak baik, hendaknya ditinggalkan.

Perjuangan kemerdekaan adalah perjuangan untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik, adil, dan sejahtera. Nilai dasar perjuangan berperan sebagai pemicu membangkitkan semangat bangsa dalam upaya pembangunan segala bidang, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan kemanan, dan keagamaan. Saat ini, sudah seharusnya segenap komponen bangsa bahu membahu menyatukan langkah memajukan bangsa, khusus untuk penyelenggara negara perwujudannya dapat dilakukan melalui perumusan kebijakan pemerintahan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan nilai-nilai kebenaran. Untuk generasi muda, momentum kemerdekaan dapat dijadikan sebagai pemicu membangkitkan semangat kebangsaan dan patriotisme.

Akhirnya, momentum peringatan kemerdekaan dapat dijadikan sebagai bagian dari upaya memperkaya pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa yang diharapkan akan membantu membentuk dan mematangkan kepribadian dan meneguhkan tekad serta semangat penyelenggara negara dan generasi bangsa untuk membangun masyarakat dan bangsa sesuai ruang lingkup tugas, pekerjaan, dan pengabdiannya.

Kamis, 01 Agustus 2013

SEHATKAH VAGINA ANDA?

Sama halnya dengan jantung dan organ vital lainnya, kondisi kesehatan vagina juga perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa hal tentang vagina yang patut Anda ketahui:
1. Anda tidak perlu menggunakan pembersih khusus untuk vagina
Vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan sendiri. Anda hanya memerlukan sabun lembut atau sampo untuk membersihkan rambut kemaluan dan vulva luar. Hindari menggosok dengan kain lap. Jangan menggunakan produk pembersih khusus untuk vagina Anda karena dapat merusak keseimbangan normal bakteri dan malah akan menyebabkan masalah.
2. Keputihan normal bila penyebabnya jelas
Vagina memiliki selaput lendir yang terdiri dari cairan. Tak heran bila terdapat cairan di celana dalam Anda selama cairan yang dikeluarkan tidak berlebihan, berbau, dan berwarna. Beberapa wanita akan mengeluarkan lebih banyak keputihan saat mengonsumsi pil KB.
3. Perubahan jumlah bisa menandakan infeksi
Infeksi jamur biasa dialami vagina wanita. Vagina yang terinfeksi jamur biasanya mengeluarkan keputihan yang berwarna pekat. Cairan ini membuat gatal dan kemerahan namun tidak menimbulkan bau tidak sedap. Infeksi ini bisa diobati dengan krim atau obat-obatan lain. Berbeda bila Anda terinfeksi vaginosis bakteri, yang menyebabkan vagina mengeluarkan cairan kehijauan atau kekuningan. Berbau amis, terutama setelah berhubungan seks. Jika Anda merasa gatal, terbakar, atau jumlah cairan yang keluar berlebihan selama lebih dari satu minggu, sebaiknya segeralah ke dokter.
4. Pakaian ketat dan celana dalam nilon bisa memicu infeksi jamur
Ada dua hal yang bisa meningkatkan risiko Anda terinfeksi jamur, yakni pakaian ketat dan celana dalam yang terbuat dari nilon. Bila Anda sudah terlanjur terinfeksi jamur sebaiknya pakailah celana longgar yang terbuat dari katun. Tidur tanpa menggunakan celana dalam juga bisa mengatasi masalah infeksi jamur.
5. Seks seharusnya tidak menyakitkan vagina
Bagi beberapa wanita, seks bisa membuat vagina merasa sakit. Bila ini terjadi pada Anda segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya lebih awal.